<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>FORESTGAM OFFICIAL BLOG &#187; Berita</title>
	<atom:link href="http://www.forestgam.web.id/category/berita/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.forestgam.web.id</link>
	<description>Forum Forester Universitas Gadjah Mada</description>
	<lastBuildDate>Mon, 08 Feb 2010 07:59:55 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kemelut Lahan TNI di TN Gunung Halimum, Kemhut Bentuk Tim Khusus</title>
		<link>http://www.forestgam.web.id/2010/02/08/kemelut-lahan-tni-di-tn-gunung-halimum-kemhut-bentuk-tim-khusus/</link>
		<comments>http://www.forestgam.web.id/2010/02/08/kemelut-lahan-tni-di-tn-gunung-halimum-kemhut-bentuk-tim-khusus/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 07:59:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uyung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.forestgam.web.id/?p=609</guid>
		<description><![CDATA[ Didit Tri Kertapati &#8211; detikNews

Senin, 08/02/2010 14:28 WIB
Jakarta &#8211; Penyelesaian kasus pemukiman dan proyek pertanian milik Yayasan Veteran TNI di kawasan Taman Nasional (TN) Gunung Halimun-Salak diperkirakan akan kompleks. Sebuah tim khusus telah dibentuk Kementerian Kehutanan RI untuk mencari solusi terbaik.
&#8220;Kita sudah bikin tim, Jumat besok kita akan undang Bupati Bogor, Bupati Subang, Yayasan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span> <strong>Didit Tri Kertapati</strong> &#8211; detikNews<br />
</span></p>
<div><span>Senin, 08/02/2010 14:28 WIB</span><script src="http://openx.detik.com/delivery/ag.php" type="text/javascript"></script></div>
<p><!----><strong>Jakarta</strong> &#8211; Penyelesaian kasus pemukiman dan proyek pertanian milik Yayasan Veteran TNI di kawasan Taman Nasional (TN) Gunung Halimun-Salak diperkirakan akan kompleks. Sebuah tim khusus telah dibentuk Kementerian Kehutanan RI untuk mencari solusi terbaik.<span id="more-609"></span></p>
<p>&#8220;Kita sudah bikin tim, Jumat besok kita akan undang Bupati Bogor, Bupati Subang, Yayasan Veteran RI dan instansi terkait,&#8221; kata Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA), Darori, di Kantor Kementerian Kehutanan RI, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Senin (8/2/2010).</p>
<p>Pada 1967, Yayasan Veteran TNI memperoleh lahan seluas 256,77 ha di kawasan TB Gunung Halimun-Salak secara tukar guling melalui Perum Perhutani selaku pengelola pada kala itu. Di dalam perkembangaannya di sana digelar proyek pertanian veteran dan demobilisasi RI Lokapura berikut bangunan sarana-prasarana, fasilitas sosial dan umum, obyek wisata dan 210 unit vila.</p>
<p>Pengadaan proyek dan berbagai bangunan tersebut menyalahi fungsi lahan yang telah ditetapkan dan harus dikembalikan sesuai fungsinya, yakni kawasan hutan produksi dan hutan lindung. Temuan lain yang tidak kalah serius adalah status lahan pengganti yang Yayasan Veteran RI telah tukarkan, tidak kunjung ada kejelasan.</p>
<p>Hasil peninjauan lapangan menunjukkan areal pengganti di Subang seluas 297 ha belum jelas. Lahan seluas 36,1 ha di antaranya telah memiliki sertifikat tetapi atas nama pihak lain dan 103,33 ha lagi merupakan tanah negara yang proses pengalihannya harus melalui persetujuan Pemda dan BPN.</p>
<p>&#8220;Proses itu yang belum juga dilakukan,&#8221; papar Darori sembari menegaskan Kementerian Kehutanan baru resmi mengelola TN Gunung Halimun-Salak per Agustus 2009.</p>
<p><strong> (lh/fay)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.forestgam.web.id/2010/02/08/kemelut-lahan-tni-di-tn-gunung-halimum-kemhut-bentuk-tim-khusus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sekitar 100 Juta Hektar Hutan Indonesia Gundul</title>
		<link>http://www.forestgam.web.id/2009/11/17/sekitar-100-juta-hektar-hutan-indonesia-gundul/</link>
		<comments>http://www.forestgam.web.id/2009/11/17/sekitar-100-juta-hektar-hutan-indonesia-gundul/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 08:23:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uyung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.forestgam.web.id/?p=606</guid>
		<description><![CDATA[Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, mengatakan dari 100 juta dari 120 juta hektar hutan Indonesia gundul. &#8220;Kerusakannya sudah amat sangat parah,&#8221; ujarnya dalam sebuah acara penghijauan hutan di Desa Ngunut, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, Sabtu (14/11).
Karenanya, kata dia, pemerintah akan membuat terobosan baru. Terobosan itu diantaranya melakukan hutanisasi sekitar 500 hektare per tahun. Program ini, kata dia, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, mengatakan dari 100 juta dari 120 juta hektar hutan Indonesia gundul. &#8220;Kerusakannya sudah amat sangat parah,&#8221; ujarnya dalam sebuah acara penghijauan hutan di Desa Ngunut, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, Sabtu (14/11).<span id="more-606"></span></p>
<p>Karenanya, kata dia, pemerintah akan membuat terobosan baru. Terobosan itu diantaranya melakukan hutanisasi sekitar 500 hektare per tahun. Program ini, kata dia, akan dilakukan dalam jangka waktu lima tahun ke depan. Untuk progam ini, dibutuhkan dana sekitar Rp 2,8 triliun. &#8220;Dananya sudah disetujui. Tinggal menunggu persetujuan DPR,&#8221; ujar Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional ini.</p>
<p>Kerusakan hutan itu, kata dia, umumnya terjadi di daerah-daerah yang dikenal memiliki hutan luas seperti Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.</p>
<p>Terobosan lainnya, kata dia, jika sebelumnya satu orang menanam satu pohon, kini dirinya akan mencanangkan satu orang 10 pohon dengan melibatkan pemerintah daerah setempat.</p>
<p>Bupati Bojonegoro, Suyoto menyambut baik program itu. Dia mencontohkan, hutan di kabupaten ini luasnya sekitar 53 ribu hektare. Sebagian besar berada di Bojonegoro bagian selatan, barat daya dan utara.</p>
<p>Di Bojonegoro sendiri, kini hutannya tengah dalam ancaman serius. Penyebabnya, karena rusaknya hutan sehingga berdampak pada serapan air di hutan yang kurang. Untuk itu, Pemerintah Bojonegoro akan bekerjasama dengan Perhutani, Lembaga Masyarakat Desa Hutan, untuk sama-sama menjaga hutan. “Kini tengah memasuki musim hujan. Tentu waspada bencana,” katanya.</p>
<p>Sedangkan tanaman yang akan ditanam di hutan-hutan rusak, di antaranya pohon jati sebanyak 30 ribu bibit, mahoni 170 ribu bibit, jarak 100 ribu bibit dan kelapa 22 ribu bibit.</p>
<p>Sumber: tempointeraktif.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.forestgam.web.id/2009/11/17/sekitar-100-juta-hektar-hutan-indonesia-gundul/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemerintah Akan Rehabilitasi Hutan 500 Ribu Hektare</title>
		<link>http://www.forestgam.web.id/2009/11/17/pemerintah-akan-rehabilitasi-hutan-500-ribu-hektare/</link>
		<comments>http://www.forestgam.web.id/2009/11/17/pemerintah-akan-rehabilitasi-hutan-500-ribu-hektare/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 08:17:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uyung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.forestgam.web.id/?p=603</guid>
		<description><![CDATA[TEMPO Interaktif, Jakarta &#8211; Pemerintah akan menjalankan program rehabilitasi hutan dan menargetkan mampu merehabilitasi 500 ribu hektare dalam satu tahun. &#8220;Ini komitmen untuk kehutanan,&#8221; kata Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Selasa (17/11) di Jakarta.
Untuk membiayai program ini diperlukan dana yang cukup besar. &#8220;Anggaran pemerintah baru cukup untuk 100 ribu hektare per tahun sedangkan pemerintah sekarang minta [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>TEMPO Interaktif, Jakarta &#8211; Pemerintah akan menjalankan program rehabilitasi hutan dan menargetkan mampu merehabilitasi 500 ribu hektare dalam satu tahun. &#8220;Ini komitmen untuk kehutanan,&#8221; kata Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Selasa (17/11) di Jakarta.<span id="more-603"></span><br />
Untuk membiayai program ini diperlukan dana yang cukup besar. &#8220;Anggaran pemerintah baru cukup untuk 100 ribu hektare per tahun sedangkan pemerintah sekarang minta 500 ribu,&#8221; tutur Zulkifli. Departemen Kehutanan juga akan memanfaatkan dana rehabilitasi yang berasal dari pembayaran kompensasi hak pengelolaan hutan (HPH) dengan nilai tahun ini Rp 2,8 triliun. &#8220;Tapi penggunaan dana ini sulit sekali dan hanya boleh dicairkan pada Oktober atau November,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Dana tersebut 60 persennya dikelola oleh pemerintah pusat dan selebihnya dikelola pemerintah daerah dan rencananya akan dialokasikan ke dinas-dinas kehutanan yang areal hutannya memerlukan rehabilitasi. &#8220;Menteri Keuangan sudah setuju untuk mencairkan dana ini dalam bentuk pinjaman ditambah dana dari APBN,&#8221; ungkap Zulkifli.</p>
<p>Sebelumnya pemerintah berencana menaikkan dana iuran yang harus dibayar oleh pengusaha hutan sebagai dana kompensasi rehabilitasi. Namun rencana ini diprotes oleh kalangan pengusaha. Dana rehabilitasi sendiri sampai saat ini tidak digunakan untuk merehabilitasi hutan dan pengelolaannya di bawah wewenang departemen keuangan.</p>
<p>&#8220;Kita lihat dulu (soal kenaikan) apa perlu dinaikkan karena (iuran) pemilik HPH kan sudah banyak. Mungkin nanti iuran akan naik untuk yang mengajukan izin (HPH) baru,&#8221; ujarnya. Menteri Kehutanan juga berencana merestorasi kepemilikan HPH dengan target dua juta hektare lahan tiap tahun. &#8220;Lahan-lahan yang rusak dicabut izin HPH-nya lalu lahannya direstorasi,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Sumber: tempointeraktif.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.forestgam.web.id/2009/11/17/pemerintah-akan-rehabilitasi-hutan-500-ribu-hektare/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indonesia Berhutan Luas, Berperan Dalam Konvensi Perubahan Iklim</title>
		<link>http://www.forestgam.web.id/2009/11/17/indonesia-berhutan-luas-berperan-dalam-konvensi-perubahan-iklim/</link>
		<comments>http://www.forestgam.web.id/2009/11/17/indonesia-berhutan-luas-berperan-dalam-konvensi-perubahan-iklim/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 08:06:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uyung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.forestgam.web.id/?p=600</guid>
		<description><![CDATA[Pekanbaru (ANTARA News) &#8211; Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki peranan penting dalam pertemuan Konvensi PBB untuk Perubahan Iklim (UNFCCC) di Kopenhagen, Denmark, pada Desember 2009 karena punya hutan yang luas.  
&#8220;Indonesia memegang peranan yang sangat penting dalam pertemuan Kopenhagen karena miliki hutan yang besar,&#8221; kata Menteri Negara untuk Energi dan Perubahan Iklim [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pekanbaru (ANTARA News) &#8211; Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki peranan penting dalam pertemuan Konvensi PBB untuk Perubahan Iklim (UNFCCC) di Kopenhagen, Denmark, pada Desember 2009 karena punya hutan yang luas.  <span id="more-600"></span></p>
<p>&#8220;Indonesia memegang peranan yang sangat penting dalam pertemuan Kopenhagen karena miliki hutan yang besar,&#8221; kata Menteri Negara untuk Energi dan Perubahan Iklim Inggris, Joan Ruddock, di Pekanbaru, Senin.</p>
<p>Karena itu, ujar dia, pihaknya juga melakukan pertemuan untuk bernegosiasi ke sejumlah negara lain mengajak dan mengajak negara itu menghasilkan sesuatu keputusan yang efektif dan ambisius pada pertemuan Kopenhagen.</p>
<p>Ruddock berjanji, kesepakatan yang diambil Indonesia dalam pertemuan internasional itu akan didukung sepenuhnya dan membantu Indonesia seperti pendanaan dalam perubahan iklim.</p>
<p>Pihaknya juga telah menjadwalkan melakukan pertemuan dengan para menteri terkait selama berada di Indonesia terkait komitmen pengurangan emisi berkisar antara 26 persen hingga 40 persen pada tahun 2020.</p>
<p>Namun, jelas Ruddock, Inggris tidak akan membandingkan komitmen pengurangan emisi dengan negaranya yang menargetkan penurunan sebesar 34 persen pada tahun 2020 dan 80 persen tahun 2050.</p>
<p>&#8220;Sulit membandingkan target pengurangan emisi Indonesia dan Inggris karena kadar emisi Indonesia tinggi, sedangkan Inggris stabil,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Selama sehari berada di Riau, Ruddock, yang didampingi Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Martin Hatfull, juga meninjau langsung lahan gambut di Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Riau.</p>
<p>Pihaknya juga melakukan pertemuan dengan para penggiat lingkungan dari sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lokal dan internasional di Pekanbaru.</p>
<p>&#8220;Kami juga mendengarkan LSM kenapa terjadi penebangan hutan dan melibatkan komunitas lokal untuk mengetahui rencana apa saja yang dilakukan demi mengurangi kerusakan hutan,&#8221; ujarnya. (*)</p>
<p>Sumber: antara.co.id</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.forestgam.web.id/2009/11/17/indonesia-berhutan-luas-berperan-dalam-konvensi-perubahan-iklim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Prihatin! Lahan Kritis Capai 51,03 Juta Hektar</title>
		<link>http://www.forestgam.web.id/2009/11/16/prihatin-lahan-kritis-capai-5103-juta-hektar/</link>
		<comments>http://www.forestgam.web.id/2009/11/16/prihatin-lahan-kritis-capai-5103-juta-hektar/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 09:11:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uyung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.forestgam.web.id/?p=597</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA, KOMPAS.com &#8211; Kondisi lahan kritis Indonesia  saat ini sangat memprihatinkan, dengan jumlah total mencapai 51,03 juta hektar.  31,53 juta hektar dalam kondisi agak kritis, 14,72 juta hektar kritis, dan seluas 4,78 juta hektar yang tergolong sangat kritis.  
Hal tersebut disampaikan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan saat membuka Rapat Koordinasi dan Konsultasi Penyuluhan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA, KOMPAS.com &#8211; Kondisi lahan kritis Indonesia  saat ini sangat memprihatinkan, dengan jumlah total mencapai 51,03 juta hektar.  31,53 juta hektar dalam kondisi agak kritis, 14,72 juta hektar kritis, dan seluas 4,78 juta hektar yang tergolong sangat kritis.  <span id="more-597"></span></p>
<p>Hal tersebut disampaikan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan saat membuka Rapat Koordinasi dan Konsultasi Penyuluhan Kehutanan di Gedung Manggala Wana Bakti, Senin (16/11).</p>
<p>Menurut Zulkifli, illegal logging  merupakan salah satu faktor yang memperburuk kondisi lahan kritis, selain pembakaran hasil hutan dan sampah yang juga menimbulkan emisi. “Membakar hasil hutan dan sampah dapat menimbulkan emisi dan merusak lingkungan,” ujar Zulkifli.  Lebih lanjut ia mengimbau masyarakat untuk menghentikan budaya membakar hutan untuk pembukaan lahan baru. “Kebiasaan masyarakat untuk membakar hutan harus diubah,” jelasnya.</p>
<p>Untuk mengatasi illegal logging menurutnya harus dilakukan upaya membangun hubungan yang bagus, sinergi yang positif dengan lembaga terkait seperti dengan angkatan laut, gubernur, dan bupati. “Harus ada harmonisasi hubungan,” jelasnya. Selain itu ia juga berupaya memperkuat Lembaga Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di daerah-daerah. “Kita hanya akan mendidik dan mengawasinya,” tambahnya.</p>
<p>Sumber: kompas.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.forestgam.web.id/2009/11/16/prihatin-lahan-kritis-capai-5103-juta-hektar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hutan sebagai Museum Hidup, Warisan Bagi Anak Cucu</title>
		<link>http://www.forestgam.web.id/2009/11/11/hutan-sebagai-museum-hidup-warisan-bagi-anak-cucu/</link>
		<comments>http://www.forestgam.web.id/2009/11/11/hutan-sebagai-museum-hidup-warisan-bagi-anak-cucu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 05:39:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uyung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.forestgam.web.id/?p=594</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Ani Purwati

Pada tahun 1966 kawasan Dusun Duren, Desa Beji, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta telah gersang. Sering terjadi bencana kekeringan dan erosi. Karena keprihatinannya, Sudiyo, Ketua Masyarakat Adat Hutan Wonosadi berniat menghijaukan kembali hutan yang gundul di kawasan itu. Bersama masyarakat adat dan dukungan pemerintah daerah setempat, Sudiyo melakukan beragam upaya unik dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: <span style="color: #000000;">Ani Purwati<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Pada tahun 1966 kawasan Dusun Duren, Desa Beji, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta telah gersang. Sering terjadi bencana kekeringan dan erosi. Karena keprihatinannya, Sudiyo, Ketua Masyarakat Adat Hutan Wonosadi berniat menghijaukan kembali hutan yang gundul di kawasan itu. <span id="more-594"></span>Bersama masyarakat adat dan dukungan pemerintah daerah setempat, Sudiyo melakukan beragam upaya unik dalam melestarikan keanekaragaman hayati.</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Awalnya Sudiyo mengalami kesulitan dalam menyadarkan masyarakat setempat untuk melestarikan hutan. Namun dengan pendekatan secara tradisional, akhirnya Sudiyo berhasil menyadarkan masyarakat untuk berperan serta.</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Merekapun bersama melakukan pelestarian hutan dengan swadaya sendiri. Mereka melakukan pembibitan dan penanaman sendiri. Sebagai masyarakat yang berpegang pada adapt, merekapun melakukannya dengan kearifan tradisional dan pelestarian seni budaya lokal, seperti sadram pasca panen dan seni musik tradisional Rinding Gumbeng, karawitan, ketoprak dan wayang kulit. Sadram yaitu upacara adat untuk memberi penghargaan kepada nenek moyang yang telah merawat dan menjaga hutan di waktu lampau sehingga dapat memberi sumber kehidupan bagi masyarakat sekarang.</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Sekitar 1970, upaya swadaya Sudiyo bersama masyarakat setempat berhasil menghijaukan hutan kembali. Akhirnya hutan tersebut menjadi percontohan bagi penghijauan kembali kawasan sekitarnya. Merekapun membentuk Bala Dewi (Badan Pengelola Desa Wisata) yang mengelola hutan Wonosadi sebagai hutan wisata. </span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Dengan lebatnya hutan, maka munculah 3 titik mata air yang tanpa henti mengairi ladang dan sawah warga.</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">“Sekarang daerah kami mempunyai air berlimpah, berbeda jauh dari dulu yang kekurangan air,” ungkap Sudiyo di Jakarta (26/5).</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Air itu bisa untuk mengairi sawah tanaman padi seluas 50 hektar yang dapat panen 3 kali per tahun. Air juga bisa masuk ke rumah-rumah penduduk dengan swadaya sendiri dan memenuhi kebutuhan rumah tangga sebanyak 200 KK serta beberapa dusun sekitarnya.</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Keteguhan Sudiyo bersama masyarakat adat setempat dalam memelihara dan menyelamatkan hutan adat Wonosadi selama hampir 44 tahun, juga membuktikan peran besarnya dalam menjaga habitat flora fauna yang sudah langka seperti 200 lebih tanaman jenis kayu-kayuan, perdu, rerumputan, tanaman obat, anggrek lokal, aneka jenis burung, tercegahnya erosi.</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Keberhasilannya bersama warga dalam menghijaukan hutan kembali tak lepas dari ketulusannya dalam menjaga kelestarian alam. Bagi Sudiyo, menjaga hutan berarti menjaga warisan dari nenek moyang yang akan diserahkan kepada anak cucu.</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">“Hutan ini bukan untuk kita tetapi untuk anak cucu kita, sehingga tidak boleh ditebang,” tegas Sudiyo.</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Menurut Sudiyo, hutan Wonosadi terbagai dalam hutan inti seluas 25 hektar dan hutan penyangga 30 hektar. Hutan inti tidak boleh ditebang. Sedangkan hutan penyangga yang merupakan tanah milik masyarakat yang dihutankan dapat ditebang namun harus ditanami terlebih dulu.</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Sejak penghutanan kembali hingga sekarang, menurutnya, masyarakat menyadari kalau hutan sangat penting. Hutan yang menyimpan kayu-kayu langka yang berfungsi sebagai museum hidup dan bermanfat bagi pendidikan dan penelitian.</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Masyarakat yang sebagian besar bermata pencaharian petani ini benar-benar tidak merambah hutan kecuali hanya untuk keperluan obat-obatan. Taraf hidup merekapun meningkat. Penghasilan, pendidikan dan kesehatan mereka jauh lebih baik.</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Dengan semboyan tekun (tidak putus asa), teken (berpegang pada aturan), tekan (sampai pada tujuan yang bermanfaat bagi masyarakat dan pemerintah), Sudiyo merasa biasa saja mendapat penghargaan Prakarsa Lestari Kehati Award pada 26 Mei lalu.</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Baginya sudah menjadi tugas dan kewajiban untuk menyadarkan masyarakat. Menjaga alam seisinya, bagi pria berusia 73 tahun ini merupakan bagian dari perwujudan taqwa pada Tuhan Yang Maha Esa yang memberi hidup, cintanya pada ibu pertiwi, penghargaan pada orang tua dan bentuk kehati-hati dalam menjalani hidup.</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Agar hutan Wonosadi terjaga secara optimal, Sudiyo mengusulkannya agar menjadi hutan adat pada Menteri Kehutanan dan diterima. Dengan menjadi hutan adat, masyarakat adat yang memegang teguh aturan tradisional tidak akan berani merusak hutan. Selanjutnya hutan adat Wonosadi juga akan menjadi Taman Keanekaragaman Hayati yang menyimpan bermacam keanekaragaman hayati lokal dan langka.</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Sumber: beritabumi.or.id<br />
</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.forestgam.web.id/2009/11/11/hutan-sebagai-museum-hidup-warisan-bagi-anak-cucu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menhut Serahkan SK Usaha Hutan Rakyat di Lampung</title>
		<link>http://www.forestgam.web.id/2009/11/11/menhut-serahkan-sk-usaha-hutan-rakyat-di-lampung/</link>
		<comments>http://www.forestgam.web.id/2009/11/11/menhut-serahkan-sk-usaha-hutan-rakyat-di-lampung/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 04:56:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uyung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.forestgam.web.id/?p=590</guid>
		<description><![CDATA[




KOMPAS.com &#8211;  Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan menyerahkan surat keputusan izin usaha pengelolaan hasil hutan kayu hutan tanaman rakyat seluas 12.000 hektar kepada kelompok masyarakat di Tanggamus, Lampung. Menhut menyerahkan sk tersebut kepada perwakilan masyarakat di Kecamatan Teginenge, Pesawaran, Lampung, Sabtu (7/11).
Adapun masyarakat dengan binaan pengusaha kayu rakyat Muhajirin mengembangkan hektar hutan sengon di Pesawaran. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="width: 300px; float: left; margin-right: 10px;">
<div style="padding: 0px 0px 5px; width: 298px;">
<div id="loadarea" style="margin-bottom: 5px; width: 298px;"><img src="http://www.kompas.com/data/photo/2009/11/07/1032256p.jpg" border="0" alt="" width="211" height="159" /></div>
</div>
<p><!--- video --></div>
<p><strong>KOMPAS.com</strong> &#8211;  Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan menyerahkan surat keputusan izin usaha pengelolaan hasil hutan kayu hutan tanaman rakyat seluas 12.000 hektar kepada kelompok masyarakat di Tanggamus, Lampung. Menhut menyerahkan sk tersebut kepada perwakilan masyarakat di Kecamatan Teginenge, Pesawaran, Lampung, Sabtu (7/11).<span id="more-590"></span></p>
<p>Adapun masyarakat dengan binaan pengusaha kayu rakyat Muhajirin mengembangkan hektar hutan sengon di Pesawaran. Muhajirin mengatakan, dia kini telah mengembangkan hutan rakyat seluas 419 hektar di enam kabupaten.</p>
<p>Direktur CV Kota Agung Muhajirin mengatakan, hutan sengon kini sangat prospektif karena permintaan bahan baku yang tinggi. Kesejahteraan petani hutan pun bisa meningkat karena harga kayu yang terus naik.</p>
<p>Pj Bupati Pesawaran Aris Fadillah mengatakan, potensi hutan rakyat mencapai 10.000 hektar namun belum optimal dimanfaatkan. Saat ini baru tertanam sedikitnya 1.000 hektar hutan rakyat dengan pohon sengon.</p>
<p>Sumber: kompas.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.forestgam.web.id/2009/11/11/menhut-serahkan-sk-usaha-hutan-rakyat-di-lampung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>G20 Gagal Sepakati Pembiayaan Perubahan Iklim</title>
		<link>http://www.forestgam.web.id/2009/11/11/g20-gagal-sepakati-pembiayaan-perubahan-iklim/</link>
		<comments>http://www.forestgam.web.id/2009/11/11/g20-gagal-sepakati-pembiayaan-perubahan-iklim/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 04:52:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uyung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.forestgam.web.id/?p=588</guid>
		<description><![CDATA[
ST Andrews, Skotlandia (ANTARA News/AFP) &#8211; Pertemuan G20 gagal mencapai kesepakatan mengenai pembiayaan perubahan iklim sebulan menjelang KTT PB, sementara pada hari Sabtu berjanji untuk tetap menjaga berbagai langkah stimulus karena &#8220;tidak seimbangnya&#8221; perekonomian dunia.
Ke-20 perekonomian utama itu berkomitmen untuk bekerja bagi tercapainya sebuah &#8220;hasil yang ambisius&#8221; pada konferensi perubahan iklim, Desember, di Kopenhagen, tetapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="news-post">
<div class="post-content" style="margin-top: 20px;">ST Andrews, Skotlandia (ANTARA News/AFP) &#8211; Pertemuan G20 gagal mencapai kesepakatan mengenai pembiayaan perubahan iklim sebulan menjelang KTT PB, sementara pada hari Sabtu berjanji untuk tetap menjaga berbagai langkah stimulus karena &#8220;tidak seimbangnya&#8221; perekonomian dunia.<span id="more-588"></span></p>
<p>Ke-20 perekonomian utama itu berkomitmen untuk bekerja bagi tercapainya sebuah &#8220;hasil yang ambisius&#8221; pada konferensi perubahan iklim, Desember, di Kopenhagen, tetapi tidak bisa mencapai tujuan mereka untuk menyepakati bagaimana mendistribusikan dana ke negara-negara miskin untuk mengatasi masalah perubahan iklim itu.</p>
<p>&#8220;Kami berkomitmen untuk mengambil tindakan untuk mengatasi ancaman perubahan iklim dan bekerja menuju hasil yang ambisius di Kopenhagen&#8221; dimana berbagai negara akan mencari kesepakatan mengenai pemangkasan emisi gas rumah kaca, kata sebuah komunike.</p>
<p>Para menteri keuangan juga mengatakan mereka akan tetap mendukung stimulus darurat, meskipun ada pertanda bahwa dunia akan keluar dari pusaran krisis keuangan selama 12 bulan.</p>
<p>&#8220;Kami belum keluar dari hutan dan kita perlu terus mempertahankan langkah yang telah diambil,&#8221; kata Alistair Darling, menteri keuangan Inggris dan presiden G20.</p>
<p>Dengan perekonomian terbesar di dunia yang hampir keluar dari resesi, Menteri Keuangan AS, Tim Geithner, mengatakan ada &#8220;konsensus yang sangat luas bahwa pertumbuhan tetap menjadi kebijakan yang dominan.&#8221;</p>
<p>Sementara itu, proposal yang diajukan Perdana Menteri Inggris, Gordon Brown, mengenai pajak transaksi keuangan global mendapat respons hangat, meski Amerika Serikat tidak memberikan dukungan.</p>
<p>Sebulan sebelum KTT di Kopenhagen 7-18 Desember, G20 mengatakan mendukung sepenuhnya perjuangan melawan perubahan iklim, meskipun hanya berjanji untuk &#8220;maju&#8221; bekerja mengenai pendanaan dan tidak memberikan angka.</p>
<p>&#8220;Kami berkomitmen mengambil tindakan untuk mengatasi ancaman perubahan iklim dan bekerja menuju hasil yang ambisius di Kopenhagen,&#8221; kata komunike.</p>
<p>&#8220;Kami opsi membahas perubahan iklim dan mengakui perlunya peningkatan secara signifikan dan dalam skala mendesak dan pembiayaan yang dapat diprediksi bagi penerapan perjanjian internasional yang ambisius.&#8221;</p>
<p>Tapi ada tanda-tanda perselisihan dalam masalah ini.</p>
<p>Sumber dari delegasi Perancis, Jumat malam, mengatakan kepada AFP bahwa beberapa negara-negara berkembang mengatakan bahwa G20 bukanlah &#8220;forum yang tepat&#8221; untuk membahas masalah ini.</p>
<p>Darling sebelumnya mengakui ada &#8220;pandangan yang berbeda&#8221; di</p>
<p>tabel yang akan mengarah pada &#8220;berbagai alasan.&#8221;</p>
<p>&#8220;Jika tidak ada kesepakatan mengenai pembiayaan, jika tidak ada kesepakatan mengenai kontribusi untuk memastikan kita dapat mengatasi masalah ini, maka kesepakatan Kopenhagen akan menjauh, jauh lebih sulit,&#8221; katanya.</p>
<p>Hasil ini dikritisi oleh para kampanye termasuk kelompok lingkungan WWF.</p>
<p>Dalam pernyataannya, dikatakan G20 telah &#8220;gagal untuk mencapai kesepakatan mengenai pembiayaan yang diperlukan untuk kesepakatan global guna mencegah bencana perubahan iklim&#8221; dan menyuarakan &#8220;skeptisme&#8221; tentang janji-janji untuk membuat kemajuan lebih lanjut sebelum Kopenhagen.</p>
<p>Brown sebelumnya mendesak G20 untuk mempertimbangkan pajak transaksi keuangan global, yang dikenal sebagai Pajak Tobin, sebagai bagian dari &#8220;kontrak sosial&#8221; baru untuk perbankan.</p>
<p>Langkah ini akan menjadi salah satu cara yang mencerminkan &#8220;tanggung jawab global&#8221; lembaga keuangan kepada masyarakat, kata Brown, yang di masa lalu berhati-hati karena pajak menyebabkan ketakutan yang bisa membahayakan sektor keuangan Britania.</p>
<p>Ditanyakan oleh Sky News televisi apakah ia mendukung Pajak Tobin, Menteri Keuangan AS, Tim Geithner, mengatakan: &#8220;Tidak, itu bukan sesuatu yang siap kita dukungan.&#8221;</p>
<p>Di akhir konferensi pers, ia menambahkan: &#8220;Saya fikir adil untuk mengatakan bahwa kita setuju bahwa kita harus membangun suatu sistem di mana para pembayar pajak tidak menanggung risiko kerugian di masa depan.&#8221;</p>
<p>Dia mengatakan bahwa &#8220;kami menantikan kerja sama dengan mitra kami&#8221; mengenai bagaimana menghindari ini walaupun menolak mengatakan apakah AS akan secara aktif menentang kebijakan mengenai pajak ini.</p>
<p>Brown menekankan Inggris tidak akan bertindak sendirian di Pajak Tobin, dengan mengatakan pajak Tobin ini juga harus diimplementasikan oleh seluruh pusat keuangan utama dunia, termasuk Amerika Serikat, Eropa, Asia, Timur Tengah, dan Swiss.</p>
<p>&#8220;Biarkan saya memberi penjelasan: Inggris tidak akan bergerak kecuali orang-orang lain bergerak dengan kami bersama-sama,&#8221; katanya.</p>
<p>Sebelumnya, sekitar 200 orang, banyak mengenakan setelan bankir &#8221; yang bergaris-garis&#8221;, berkumpul di sebuah pantai di St Andrews untuk memprotes pertemuan &#8211; dengan mengklaim mereka harus berhenti berbicara dan mengambil tindakan tegas.(*)</p></div>
<div class="post-content" style="margin-top: 20px;">Sumber: antara.co.id</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.forestgam.web.id/2009/11/11/g20-gagal-sepakati-pembiayaan-perubahan-iklim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>200 Ribu Hektare Hutan Aceh Rusak</title>
		<link>http://www.forestgam.web.id/2009/11/11/200-ribu-hektare-hutan-aceh-rusak/</link>
		<comments>http://www.forestgam.web.id/2009/11/11/200-ribu-hektare-hutan-aceh-rusak/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 04:45:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uyung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.forestgam.web.id/berita/2009/11/11/200-ribu-hektare-hutan-aceh-rusak.html</guid>
		<description><![CDATA[Banda Aceh, (ANTARA News) &#8211; Greenomic Indonesia mengungkapkan, sedikitnya 200 hektare hutan Aceh rusak akibat rekonstruksi pasca musibah bencana gempa dan tsunami di provinsi paling ujung pulau Sumatera itu.
&#8220;Selain penebangan liar, rekonstruksi Aceh juga ikut berperan dalam laju kerusakan hutan Aceh saat ini,&#8221; kata koordinator program nasional Greenomic Indonesia, Vanda Mutia Dewi di Banda Aceh, Selasa.
Greenomic [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banda Aceh, (ANTARA News) &#8211; Greenomic Indonesia mengungkapkan, sedikitnya 200 hektare hutan Aceh rusak akibat rekonstruksi pasca musibah bencana gempa dan tsunami di provinsi paling ujung pulau Sumatera itu.<span id="more-587"></span></p>
<p>&#8220;Selain penebangan liar, rekonstruksi Aceh juga ikut berperan dalam laju kerusakan hutan Aceh saat ini,&#8221; kata koordinator program nasional Greenomic Indonesia, Vanda Mutia Dewi di Banda Aceh, Selasa.</p>
<p>Greenomic Indonesia mencatat, berdasarkan perbandingan laju kerusakan hutan Aceh pada masa tanggap darurat penanganan bencana Aceh April 2005 dan April 2009 sangat signifikan.</p>
<p>Tingkat kerusakan hutan di Aceh sebelumnya hanya tercatat sekitar 50 ribu hektare yang diperoleh lewat citra satelit, namun kini sudah mencapai 200 hektare.</p>
<p>Vanda mengatakan, kerusakan hutan terbesar di Aceh terjadi di kawasan barat dan selatan Provinsi Aceh, yakni 56 ribu hektare di pantai barat dan 48 ribu hektare di pantai selatan.</p>
<p>&#8220;Kerusakan hutan di kawasan itu sebanding dengan kehancuran sebagian wilayah Aceh akibat bencana tsunami&#8221; kata Vanda.</p>
<p>Sementara kerusakan hutan di wilayah utara dan timur Aceh kini mencapai lebih dari 30 ribu hektare dan wilayah tengah Aceh lebih dari 19 ribu hektare.</p>
<p>&#8220;Ini kerusakan hutan tercepat di dunia dalam hal penanganan bencana skala besar,&#8221; kata Vanda.(*)</p>
<p>Sumber: antara.co.id</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.forestgam.web.id/2009/11/11/200-ribu-hektare-hutan-aceh-rusak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menhut: Perlu Keterpaduan Pengelolaan DAS Hulu-Hilir</title>
		<link>http://www.forestgam.web.id/2009/07/24/menhut-perlu-keterpaduan-pengelolaan-das-hulu-hilir/</link>
		<comments>http://www.forestgam.web.id/2009/07/24/menhut-perlu-keterpaduan-pengelolaan-das-hulu-hilir/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2009 15:29:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uyung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.forestgam.web.id/?p=584</guid>
		<description><![CDATA[BOGOR, KOMPAS.com — Menteri Kehutanan MS Kaban menyatakan, keterpaduan pengelolaan semua pihak dari hulu hingga hilir untuk menyelamatkan daerah aliran sungai (DAS) sangat diperlukan.
&#8220;Ini perlu dibicarakan serius bagaimana pengelolaan DAS terpadu, tidak sendiri dari hulu hingga hilir,&#8221; kata Menhut pada pembukaan &#8220;Workshop Internasional Membangun Kapasitas Para Pihak untuk Penyelamatan DAS&#8221; di Bogor, Selasa (21/7).
Kaban menegaskan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BOGOR, KOMPAS.com — Menteri Kehutanan MS Kaban menyatakan, keterpaduan pengelolaan semua pihak dari hulu hingga hilir untuk menyelamatkan daerah aliran sungai (DAS) sangat diperlukan.<span id="more-584"></span></p>
<p>&#8220;Ini perlu dibicarakan serius bagaimana pengelolaan DAS terpadu, tidak sendiri dari hulu hingga hilir,&#8221; kata Menhut pada pembukaan &#8220;Workshop Internasional Membangun Kapasitas Para Pihak untuk Penyelamatan DAS&#8221; di Bogor, Selasa (21/7).</p>
<p>Kaban menegaskan, faktor utama penyelamatan DAS melalui hutan adalah manusia, yang selama ini melakukan &#8220;penekanan&#8221; pada hutan tanpa memerhatikan aspek konservasi.</p>
<p>Di lain pihak, ia menjelaskan bahwa upaya membendung pertumbuhan penduduk sangat sulit sehingga tuntutan pemenuhan kebutuhan dari sumber daya alam semakin besar.</p>
<p>Dari segi ilmu, menurut Kaban, Indonesia telah memiliki kemampuan. Karena itu, rehabilitasi DAS yang rusak secara terpadu harus segera dilakukan sehingga hasilnya sudah bisa dilihat pada 2015. &#8220;Tiap tahun kita hanya bilang DAS rusak, tapi tidak ada langkah bersama ya tetap akan rusak juga,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Kaban mengungkapkan bahwa kondisi DAS di Tanah Air sudah mulai mengalami degradasi sejak 1970-an dan berlanjut hingga kini. Departemen Kehutanan (Dephut) mengidentifikasi 60 DAS terdegradasi sejak 2000. Berbagai faktor penyebabnya antara lain meluasnya lahan kritis, penebangan hutan, dan perambahan kawasan lindung.</p>
<p>Pengamat lingkungan hidup, Emil Salim, mengingatkan agar masyarakat mulai merubah cara berbisnis yang hanya melihat dari sisi ekonomi. &#8220;Jika tidak 10 tahun ke depan sudah akan parah dampaknya&#8221;.</p>
<p>Kebijakan daerah juga dipertanyakan untuk menjaga DAS. Pendapatan asli daerah (PAD) jangan dijadikan bukti keberhasilan pemerintahan karena aspek lingkungan juga harus mulai diperhatikan. &#8220;PAD jangan dijadikan ukuran. Bagaimana dengan pendapatan asli penduduk kalau begitu?&#8221; tambah Emil.</p>
<p>Tidak adanya pengawasan terhadap DAS membuat perusakan terjadi. &#8220;Tidak ada polisi yang khusus mengawasi DAS, karena itu harus bisa jaga masing-masing.&#8221;</p>
<p>Pemerintah, tegas Emil, harus mulai memikirkan kebijakan yang mengharuskan mereka yang berada di hilir membayar demi keberlangsungan di hulu.<br />
Sumber: kompas.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.forestgam.web.id/2009/07/24/menhut-perlu-keterpaduan-pengelolaan-das-hulu-hilir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
